Halo, kenalan yuk 👋

Giyanis,
penulis yang penuh
tawa & cerita.

Istri dari Ibrohim Hanafi, ibu baru dari seorang putri kecil, dan pecinta kata-kata. Ceria, gesit, dan tidak pernah kehabisan cerita untuk ditulis.

Tiga kata yang menggambarkan Giyanis

Penulis

Menulis adalah rumahnya. Dari catatan kecil harian sampai cerita panjang, Giyanis menuangkan pikiran dan perasaannya lewat kata-kata yang hangat dan hidup.

Ceria

Senyumnya menular. Kehadirannya membuat ruangan terasa lebih ringan, dan tawanya adalah salah satu hal paling disukai orang-orang terdekatnya.

Gesit

Cepat dalam bertindak, lincah dalam berpikir. Apa pun yang dihadapi selalu diselesaikan dengan sigap dan semangat — tidak banyak menunda, langsung bergerak.

Sedikit dari dunia tulisannya

Kata-kata yang ia pilih dengan hati — tentang keseharian, cinta, dan tumbuh menjadi ibu.

"Sejak si kecil hadir, waktu terasa lebih lambat — dan aku baru sadar, itu anugerah untuk menikmati setiap detiknya."
— catatan harian, musim gugur di rumah
"Aku tidak menunggu inspirasi datang. Aku datang, duduk, dan menulis. Inspirasi biasanya menyusul."
— tentang kebiasaan menulis
"Ceria bukan berarti tidak sedih. Ceria artinya tetap berjalan, tetap tersenyum, dan tetap percaya besok akan baik-baik saja."
— tentang arti ceria

Peran yang paling ia banggakan

Ibu Baru

Baru saja menyambut kelahiran putri pertamanya. Merawat, mendidik, dan menuliskan kisah tumbuh kembang si kecil — peran terbaru yang paling dinantinya.

Istri

Pendamping dari Ibrohim Hanafi. Saling mendukung, saling menguatkan, dan berjalan bersama di setiap musim kehidupan.

Punya cerita untuk dibagikan?

Giyanis senang membaca dan menulis. Sapa dia langsung di @mgiyani_anis.